Senin, 23 Februari 2009

Jiwa Tergenggam
(Pablo Neruda)
Kita bahkan kehilangan senja ini.Tak ada yang melihat kita jalan bergandengan tangansementara malam biru ambruk ke dunia.Aku lihat dari jendelaku
matahari tenggelam berpesta di puncak puncak pegunungan yang jauh.Kadang-kadang sepotong matahari terbakar seperti sebuah uang koin di tanganku.Aku mengenangmu dengan jiwaku tergenggam dalam kesedihanku yang sudah kau tahu itu.Di mana kau waktu itu?Ada siapa lagi di situ?Bilang apa?Kenapa cinta mendatangiku tiba tiba di saat aku sedih dan merasa kau betapa jauhnya?Terjatuh buku yang biasanya ditutup setelah senja tiba
Dan sweater biruku terlipat seperti seekor anjing terluka di kakiku.Selalu, selalu kau mengabur lewat malam menuju patung patung yang menghapus senja.

Selasa, 17 Februari 2009

Tanpa Cinta, Segalanya Tak Bernilai
Jalaludin Rumi

Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup. Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung pada Hari Perhitungan nanti. Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari. Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi. Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan. Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira bagaikan sekumpulan kebahagiaan. Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ? Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati adalah melalui Kerendahan Hati. Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan : “Bukankah Aku ini Rabbmu ?”
Ode bagi perempuan sedang berkebun
Pablo neruda
Ya, aku tahu tanganmu adalahrebung merecup, serumpun liliberdaun perak:ada yang harus engkau lakukandengan tanah itu,dengan bumi yang berbunga,tapiketikakulihat engkau menggali, menggali,mengeyahkan kerikildan menuntun arah akar-akaraku tahu seketika itu,perempuanku yang sedang berkebun,bahwatidak hanyatanganmutapi juga hatimutelah menyentuh bumi,karena di sanaengkaumenciptakanbenda-bendamu,menyentuhkelembabanpintumelalui jalandi manabenih-benihmenebar.
Maka pada jalan inidari satu tanamanke yang lainsatu tanaman yangbaru saja ditanam,dengan wajahmudibekasiciumandari tanah liat,engkau pergilalu datang lagimemekarkan bunga,engkau pergidari tanganmubatang utama tajukastromeriamembangkitkan sosok sendirinyayang anggun,mawar mengharumkankabut di keningmudengan wangi dan bintang-bintang embun.
Segalanya tumbuhdarimumenembus bumidan menjelma jadicahaya hijau,daun dan kekuatanengkau mengatakanapa yang ingin disebutkan olehbenih-benihmu padanya,kekasihku,perempuan merah yang sedang berkebun:tanganmu yang berkerabatdengan bumidan tumbuh cemerlangadalah kesertamertaan
Cinta, pun demikianadalah air tanganmubumi hatimu,memberikesuburandan kekuatan pada lagukukau sentuhdadakusementara aku terlelapdan pohon-pohon berbungadalam mimpiku.
Aku terbangun, membuka mata,dan engkau telah adadi sisikubintang-bintang dalam bayangyang kelak datang dan terangdalam laguku.
Begitulah, perempuan yang sedang berkebun:cinta kitamembumi:mulutmu adalah tanaman cahaya,sebuah mahkota bunga, danhatiku menjaga di antara akar-akarnya.

Kamis, 12 Februari 2009

Gitu aja kok repot...