Ode bagi perempuan sedang berkebun
Pablo neruda
Ya, aku tahu tanganmu adalahrebung merecup, serumpun liliberdaun perak:ada yang harus engkau lakukandengan tanah itu,dengan bumi yang berbunga,tapiketikakulihat engkau menggali, menggali,mengeyahkan kerikildan menuntun arah akar-akaraku tahu seketika itu,perempuanku yang sedang berkebun,bahwatidak hanyatanganmutapi juga hatimutelah menyentuh bumi,karena di sanaengkaumenciptakanbenda-bendamu,menyentuhkelembabanpintumelalui jalandi manabenih-benihmenebar.
Maka pada jalan inidari satu tanamanke yang lainsatu tanaman yangbaru saja ditanam,dengan wajahmudibekasiciumandari tanah liat,engkau pergilalu datang lagimemekarkan bunga,engkau pergidari tanganmubatang utama tajukastromeriamembangkitkan sosok sendirinyayang anggun,mawar mengharumkankabut di keningmudengan wangi dan bintang-bintang embun.
Segalanya tumbuhdarimumenembus bumidan menjelma jadicahaya hijau,daun dan kekuatanengkau mengatakanapa yang ingin disebutkan olehbenih-benihmu padanya,kekasihku,perempuan merah yang sedang berkebun:tanganmu yang berkerabatdengan bumidan tumbuh cemerlangadalah kesertamertaan
Cinta, pun demikianadalah air tanganmubumi hatimu,memberikesuburandan kekuatan pada lagukukau sentuhdadakusementara aku terlelapdan pohon-pohon berbungadalam mimpiku.
Aku terbangun, membuka mata,dan engkau telah adadi sisikubintang-bintang dalam bayangyang kelak datang dan terangdalam laguku.
Begitulah, perempuan yang sedang berkebun:cinta kitamembumi:mulutmu adalah tanaman cahaya,sebuah mahkota bunga, danhatiku menjaga di antara akar-akarnya.
Selasa, 17 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar